BLOG DIMENSI

masalah pendidikan di indonesia dan solusinya

Masalah yang di hadapi indonesia dalam dunia pendidikan beserta solusinya

Bicara tentang kualitas pendidikan di indonesia mungkin sangat jauh sekali tertinggalnya dari banyak negara – negara lain. United Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO mensurvey bahwa indonesia menempati posisi ke 10 dari 14 negara yang berada di Asia Pacific untuk negara berkembang. Urutan ini menjadi PR buat pemerintahan kita agar perkembangan di indonesia kedepannya menjadi lebih baik. Karena yang terjadi masih sangat banyak sekali masalah pendidikan di indonesia yang masih terjadi, saya akan memberikan empat contoh masalah dan solusinya :

1. Tidak Memiliki Guru atau Guru yang Tidak Terlatih

Bicara tentang guru indonesia masih memperlukan guru yang memiki keahlian kompentensi yang lebih baik. Kualitas guru di indonesia masih di bilang kurang dalam hal kualitas , bisa kita lihat dari rata-rata nilai UKG nasional yang sangat rendah, itu bagaimana seorang tenaga pendidik yang di tuntut untuk menjadi pedoman ilmu namun maih banyak yang kurang dalam kualitasnnya.

Solusi : Untuk masalah mengenai meningkat kualitas guru maka bisa dengan meningkat kesejahteraan kualitas guru, agar guru bisa dapat terlatih dari berbagai aspek, melalui pelatihan terhadap guru.

2. Masalah Pemerataan Pendidikan

Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaiman sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembanguana sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.

Solusi : Banyak macam  pemecahan masalah yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah untuk  meningkatkan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, langkah-langkah ditempuh melalui cara inovatif.

a)      SD kecil pada daerah terpencil

b)      Sistem guru kunjung

c)      SMP terbuka

d)     Kejar paket A dan b

e)      Belajar jarak jauh, seperti di universitas terbuka.

3. Masalah Mutu dan Efisiensi Pendidkan

Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenagan terhadap calon luaran, dengan sistem sertifikasi. Lalu para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidikan sekarang ini masih kurang efisien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah maupun yang luar biasa cerdas dan genius.

Solusi : Untuk pemecahan pada mutu pendidikan harus berfokus pada perbaikan kualitas komponen pendidikan. Lalu mobilitas komponen juga harus di kembangkan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan cepat. Untuk mutu, juga harus di ikuti dengan dukungan pemerintah. Karena bantuan pemerintah sangat efesien dalam membantu mutu sebuah sekolah. Seperti dengan menambahkan sarana pendudukung belajar agar kegiata belajar mengajar dapat di lakukan dengan maksimal.

Hal hal yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia sebagai berikut:

a)      Seleksi yanglebih rasional terhadap masukan mentah, khususnay untuk Slta dan PT.

b)      Pengembanagn kemanpuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut.

c)      Penyempurnaaan kurikulum

d)     Pengembanagan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar

e)      Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran

f)       Peniungkatan adminisrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran

g)      Kegiatan pengendalian mutu.

4. Mahalnya Biaya Pendidikan

Pada zaman sekarang memang biaya untuk pendidikan dapat di bilang mahal. Ini juga masih menyakut dengan masalah lainnya yang ada di atas, karena sudah terasa mahal lalu juga mutu pendidikan di indonesia masih juga ada yang kurang baik. Memang ada yang punya mutu dengan standar yang bagus, namun biaya yang harus di keluarkan akan sangat mahal, biasanya hanya anak seorang penjabat atau pembisnis tingga atau kalangan atas saja yang dapat bersekolah di situ.

Solusi : Yang pasti tiadakan Korupsi/Kolusi/Nepotisme karena ini menjadi salah satu setiap bantuan atau anggaran untuk pendidikan yang kuran maksimal. Karena ada oknum-oknum yang menyalahgunakan jabatan tersebut.

Semoga penjelasan di atas bisa menginspirasi Anda semua!

2 comments

Most discussed